Enaknya hidup di wilayah pusat bisnis
- Oct 1, 2019
- 1 min read
Updated: Oct 4, 2019
Dahulu, mempunyai sebuah hunian di daerah pinggiran kota merupakan suatu pilihan. Karena selain untuk mendapatkan harga rumah yg lebih terjangkau, namun juga menemukan lingkungan yang lebih nyaman dan menentramkan. Tetapi, beberapa tahun belakang ini tinggal di pinggiran kota menjadikan sebuah siksaan, di samping pemborosan dari segi energy, waktu dan biaya. Semua muncul akibat semakin padatnya volume kendaraan di jalan raya yang berdampak kemacetan hampir di semua ruas jalan, tidak terkecuali di kota Makassar - Sulawesi Selatan.

Kemacetan menurunkan kualitas kehidupan.
Apabila seseorang tinggal di pinggiran kota dimana sehari-hari menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2 menuju tempat kerjanya di daerah tengah kota, maka perkiraan biaya perhari akan sangat tinggi sekali. Belum lagi tenaga yang kita keluarkan setiap harinya, pastinya akan sangat menguras stamina dan energi kita.
Menjadi seorang pegawai memang tidak mudah. Masalah yang hadir biasanya berkaitan dengan pengaturan waktu yg ujungnya akan berpengaruh pada kualitas hidup. Setelah bekerja seharian, kelompok pekerja ini umumnya masih harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai rumah yg terletak di pinggiran kota. Aktivitas ini tentu sangat melelahkan dan hanya menyisakan sedikit waktu dan tenaga untuk beraktifitas di rumah, seperti berkomunikasi dengan keluarga atau sekedar menyalurkan hobby. Padahal, semua aktivitas tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Pokok dari permasalahan ini adalah waktu yang habis di perjalanan. Jika saja waktu yg diperlukan untuk menempuh dari rumah ke kantor bisa dipersingkat, tentunya masih ada tenaga untuk melakukan aktivitas dengan keluarga.
Nah pilihan hunian di tengah kota dengan harga terjangkau tentunya pilihan jatuh kepada hunian vertikal atau apartemen. Selain kemudahan akses hidup ditengah kota memberikan dampak berarti bagi kualitas hidup kita, baik secara jasmai maupun rohani.



Comments